Selamat Atas Peluncuran Majalah Online GERMASI "IDEALIS", Terbit Tanggal 5 Setiap Bulan. Jangan Sampai Ketinggalan

Monday, April 22, 2013

Germasi : "Cabut Surat Keputusan Pemberhentian Eric"

Terkait Pemberhentian Eric Cristian Simanjuntak
BANDUNG | Pasca diberhentikannya Eric Cristian Simanjuntak yang kontroversial kembali mendapat perhatian dari Gerakan Mahasiswa Sibolga Indonesia (Germasi). Kendati tetap bisa mengikuti Ujian Nasional yang berlangsung Senin (15/4) hari ini, masa depan Eric tetap tidak jelas.
Demikian disampaikan Ketua Umum PB Germasi Samsul Pasaribu dalam pers rilisnya kepada RAKYAT, Minggu (14/4).
Menurut Samsul, hal yang paling penting selain dari pada sekedar mengikuti UN adalah pihak SMA Negeri 3 Sibolga harus memperjelas status yang bersangkutan. Karena UN seandainya tidak lulus pun masih bisa diulang tahun depan, tetapi status sebagai siswa yang telah diberhentikan sebelumnya akan memperkeruh masa depan yang bersangkutan di masa yang akan datang.
“Tidak dicabutnya surat pemberhentian Eric membuktikan kalau institusi pendidikan khususnya SMA Negeri 3 Sibolga tidak serius dalam merespon tuntutan keluarga yang bersangkutan bahkan juga dinilai melecehkan institusi lembaga legislatif dalam hal ini DPRD Sibolga yang sebelumnya juga telah melakukan rapat dengar pendapat (RDP),” katanya.
Samsul juga menerangkan, bahwa surat pemberhentian Eric mutlak harus dicabut, karena menimbulkan tandatanya besar di kemudian hari. Beberapa pertanyaan penting itu yang kedepannya akan mengancam masa depan yang bersangkutan adalah pertama kenapa siswa yang sudah diberhentikan masih bisa mengikuti ujian Nasional.  Kedua bila yang bersangkutan ikut ujian Nasional, sekolah mana yang mendaftarkan keikut sertaan yang bersangkutan, mengingat Eric sudah diberhentikan sebelumnya.
“Ketiga, andai yang bersangkutan lulus UN, siapa yang mengeluarkan ijazahnya dan siapa yang menandatangani. Dan yang keempat adalah, andai pihak SMA Negeri 3 Sibolga mengatakan, bahwa seluruhnya menjadi tanggungjawab SMA Negeri 3 dikemudian hari, maka pertanyaanya adalah bagaimana mungkin siswa yang sudah berhenti masih menjadi tanggungjawab SMA Negeri 3. Oleh karena itu, hal ini  berpotensi merugikan yang bersangkutan dikemudian hari, karena ijazah yang bersangkutan bisa dikategorikan palsu karena status siswanya yang tidak jelas,” terangnya.
Oleh karena itu, lanjut Samsul, mencabut surat pemberhentian Eric Cristian Simanjuntak yang merupakan siswa kelas XII IPS mutlak harus dilakukan.
“Saya pikir, bisanya Eric mengikuti UN saat ini bukanlah solusi dari masalah ini. Itu hanya satu dari berbagai permasalahan yang akan mengancam Eric kedepannya. Maka, kearifan lembaga pendidikan khususnya SMA Negeri 3 Sibolga untuk segera mencabut surat pemberhentian itu harus sesegera mungkin dilaksanakan,” tujar aktivis pergerakan mahasiswa ini.

* Kadis Pendidikan Dinilai Tidak Tegas Sikapi Pemberhentian Eris
Disinggung tentang peranan Dinas Pendidikan Kota Sibolga dalam menyelamatkan Eric Cristian Simanjuntak, Germasi menegaskan, bahwa Kadis Pendidikan Kota Sibolga dibawah komando Drs Alvian Hutauruk MPd tidak tegas dan terindikasi sengaja menutup-nutupi kebobrokan sistem pendidikan di Kota Sibolga.
Menurut Samsul, jawaban yang mengatakan, bahwa urusan Eric menjadi kewenangan SMA Negeri 3 Sibolga merupakan bentuk justifikasi diri untuk menutupi kesalahan fatal yang sudah terjadi.
“Kalau misalnya semua masalah yang terjadi di sekolah semata-mata hanya urusan sekolah yang bersangkutan, maka saya pikir Dinas Pendidikan di Sibolga dibubarkan saja. Gak ada gunanya. Percumakan kalau urusan sesederhana ini tidak bisa dijembatani oleh Dinas Pendidikan,” kata Samsul.
“Logika berpikir saya mengatakan, anak yang terkena kasus hukum  berat saja masih harus diselamatkan oleh negara dengan cara memperjelas status yang bersangkutan termasuk di dalamnya ikut ujian nasional. Di Lapas Cebongan Yogyakarta misalnya, empat orang siswa terkait tindak pidana narkoba bisa mengikuti UN, apalagi hanya urusan absen. Jadi, Dinas Pendidikan harusnya jemput bola dalam hal ini. Tidak usah merasa mengintervensi. Bahwa memang kasus ini tidak elegan ya, siapa pun harus turun tangan menyelesaikannya terutama Dinas Pendidikan,” pungkas Samsul. (rel/Ali Akbar)

Saturday, April 13, 2013

Kekuatan Dalam Kelemahan

Kelemahan itu adalah sumber dari kekuatan. Kelemahan itu akan jadi kekuatan apabila saya atau anda mampu untuk melawannya dan tidak menjadikan kelemahan itu melemahkan anda.Banyak diantara kita menjadikan kelemahan itu adalah sesuatu yang melemahkan.Merasa minder, kurang PD (percaya diri),merendah  diri dihadapan orang... lain. Dan akhirnya tidak mau berusaha untuk menjadi lebih baik, mudah menyerah atau putus asa, selalu merasa sendiri, dan lainnya.Sikap-sikap demikianlah yang disebut sikap yang menghancurkan diri sendiri, menyuramkan masa depan, dan menjadikan hidup tidak akan pernah maju.Di beberapa media, baik itu TV, majalah, koran, serta media-media lainnya, telah banyak menayangkan dan memberitakan orang-orang yang lemah akan fisik dan mentalnya, yang mereka-mereka itu adalah orang-orang yang sukses.Mereka sukses karena mereka tidak menjadikan kelemahan menjadi sesuatu yang melemahkan mereka. mereka menjadikan kelemahan mereka sebagai sebuah kekuatan di dalam diri dan kehidupan mereka.Beberapa deretan nama-nama yang berhasil kuat dan sukses berkat kelemahan mereka adalah:

Saturday, January 5, 2013

Majalah IDEALIS resmi terbit Online hari ini

Tampilan Edisi Perdana Majalah Idealis
Bandung | 5 Januari 2013
Diawal tahun 2013, Pengurus Besar Gerakan Mahasiswa Sibolga Indonesia (Germasi) membuat terobosan baru dalam dunia pergerakan mahasiswa Sibolga khususnya dan Indonesia umumnya. Terobosan itu berupa diterbitkannya majalah online Germasi yang diberi nama Idealis. Penamaan itu sendiri dipelopori oleh ketua Departemen Wilayah Germasi Kota Sibolga, Irfan Arhamsyah Sihotang yang juga sebagai vice editor in chief di majalah Idealis.

Monday, December 24, 2012

Ketua Umum PB Germasi ikuti Sarasehan Nasional di Jakarta

Ketum PB Germasi bersama Surya Paloh sesaat setelah Sarasehan
Jakarta | Atas undangan panitia penyelenggara sarasehan nasional ormas Nasdem Pusat, Ketua Umum PB Gerakan Mahasiswa Sibolga Indonesia (Germasi) menghadiri dan mengikuti sarasehan nasional bertema "Restorasi Indonesia Menuju Indonesia Baru" yang dilaksanakan baru-baru ini di Sumba Room Hotel Borobudur Jakarta Pusat. Sarasehan yang mendaulat mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Drs.H.M Jusuf Kalla sebagai kynote speech juga melibatkan beberapa pembicara terkenal dan tokoh nasional diantaranya Ketua Badan Kehormatan DPR RI, Dr. (HC) Siswono Yudho Husodo, Dr. Rizal Ramli, Prof. Komaruddin Hidayat dan mantan panglima TNI, Jend (Purn) H. Endriartono Sutarto. Turut juga hadir beberapa pembanding dan pengamat politik di Indonesia salah satunya adalah Prof.Cipta Lesmana.

Tuesday, November 27, 2012

Pancasila atau Pancasila

Oleh : Irfan Arhamsyah Sihotang
Irfan Arhamsyah S
Katanya, Negara Indonesia adalah sebuah negara yang nilai-nilai luhurnya sangat tinggi bahkan digembar-gembotkan sebagai ikon keidealan sebuah tata etika peradaban dunia. Benarkah? Sangat sulit untuk menjawab pertanyaan ini, karena memang selalu ada inisiatif kecil kita untuk tidak tega dengan begitu mudahnya memberikan kredit buruk untuk tanah air kita, kita pasti selalu mencari celah untuk membela. Kalau pertanyaan ini ditujukan kepada Saya, Saya akan bilang bahwa Indonesia itu masih bercita-cita untuk mengaplikasikan etika yang baik, jadi masih belum bisa dinilai secara kongkrit tentang baik dan buruknya.*jawaban ngeles….

Friday, November 9, 2012

Germasi “Pemkab dan Pemko Perlu Bersinergi Bangun Rumah Rehabilitasi Jiwa”



Pasca Tragedi Berdarah Simangusor Tapteng

Salah satu korban dalam perawatan
 Sibolga | Pasca tragedi berdarah di Simanusor Tapanuli Tengah (Tapteng) yang merenggut tiga nyawa anak sekolah Minggu, Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) menyatakan sikap menyesalkan peristiwa tersebut dan menyampaikan rasa belasungkawa yang sebesar-besarnya terhadap keluarga para korban. Demikian disampaikan oleh ketua umum PB Germasi, Samsul Pasaribu kepada RAKYAT kemarin (7/11).

Saturday, November 3, 2012

PC IMM Sibolga/ Tapteng dilantik, Germasi ucapkan selamat


Sekjend PB Germasi ucapkan selamat untuk IMM
Sibolga | Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) diwakili oleh Sekretaris Jenderal PB Germasi, Andi Josua hadiri undangan pelantikan dan serah terima jabatan PC IMM Kota Sibolga/ Tapteng masa bakti 2012-2013. Pelantikan dan sertijab itu sendiri dilaksanakan di komplek perguruan Muhammadiyah Kota Sibolga, Jalan Dr. E Bungaran/ Dame Sibolga.

Wednesday, October 31, 2012

GERMASI Hadiri Pelantikan PMD KAHMI Sibolga/Tapteng

Pengurus Germasi diabadikan setelah pelantikan MPD Kahmi
Sibolga | Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) hadiri acara pelantikan Pengurus Majelis Daerah (PMD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Sibolga (KAHMI) Sibolga/Tapanuli Tengah. Sebagaimana laporan ketua panitia, acara Pelantikan PMD KAHMI Sibolga/ Tapteng juga dirangkai dengan pembukaan Latihan Kader (LK) I komisariat HMI Kota Sibolga/ Tapteng. Sebanyak 30 orang calon anggota HMI akan digembleng menjadi Anggota  HMI selama sepekan yang ditempatkan di gedung MUI Tapanuli Tengah, Pandan.

Tuesday, October 23, 2012

FOBIA ALA PENGUASA


Oleh : Samsul Pasaribu*

Anda Fobia terhadap sesuatu? Tidak usah khawatir karena tulisan kali ini tidak bercerita tentang rasa ketakutan pembaca terhadap tikus, nenas, pisang, pintu, lift atau apa pun itu. Kali ini penulis hanya ingin berbagi informasi perihal Fobia yang belakangan ini sering mengidap para penguasa kita. Apa itu? Fobia terhadap kritik.

Sebelum kita berbicara tentang benang merah antara fobia, kritik dan penguasa ada baiknya penulis menjelaskan lebih dahulu apa itu Fobia. Dalam Wikifedia dijelaskan bahwa Fobia (gangguan anxietas fobik) adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya.
Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat, dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus. Sementara di bayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.

Dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus menerus dengan subjek Fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takutnya. Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula disebabkan oleh suatu keadaan yang sangat ekstrem seperti trauma bom, terjebak lift, dikritik terus menerus (red) dan sebagainya.

Monday, October 22, 2012

Germasi “ Gatot Tidak Layak Lagi Pimpin Sumut”


Plt. Gubsu Dinilai Masuk Ring Pertarungan Politik Tapteng

Samsul Pasaribu
Tapteng| Semakin gencarnya perang politik di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng)  semakin banyak pula melibatkan banyak orang termasuk Plt. Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, ST. Banyak pihak mensinyalir kalau terlibatan Gatot di Tapteng sarat kepentingan politik jelang Pilgubsu 2013 nanti.

Menurut ketua Pengurus Besar (PB) Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi), Samsul Pasaribu, bahwa selama ini  Gatot dipuja dan disanjung di dua daerah serumpun ini yaitu Sibolga dan Tapteng. Bahkan Gatot cukup dipuja dan dieluk-elukkan sebagai pemimpin panutan oleh karena tercatat sebagai Gubernur yang paling banyak berkunjung ke Sibolga dan Tapteng sejak seluruh keresidenan Sumut bergabung kedalam provinsi Sumatera Utara. Akan tetapi, langkah Gatot yang secara tidak langsung terlibat dengan konflik kepentingan politik di Tapteng membuat pamor positif Gatot turun drastis ditengah-tengah masyarakat.

Sebagai pembina partai politik di Sumut, sejatinya Gatot mampu menetralisir kedua belah pihak yang saling berseberangan. Gatot tidak mungkin tidak tahu konflik politik di Tapteng. Oleh karena itu memilih sikap tidak memihak pihak manapun adalah langkah terbaik sembari mengajak duduk kedua belah pihak untuk berpikir jernih mencari solusi yang terbaik. Tetapi sangat disayangkan, Gatot justru menempuh langkah lain dengan cara mengakomodir kepentingan salah satu pihak yang akhirnya merugikan pihak lainnya. “Jika hal ini terus dipertahankan oleh Gatot, maka pemimpin seperti ini sudah tidak layak lagi memimpin Sumut dimasa yang akan datang. Karena berbahaya bagi keberlangsungan demokrasi di Sibolga dan Tapteng” tegas Samsul

Friday, September 21, 2012

MURI dituding Lakukan Pembohongan Publik

Mahasiswa mendesak Muri melayangkan permohonan maaf secara tertulis kepada masyarakat Kabupaten Halmahera Barat sebagai kabupaten pemegang rekor bakar ikan terpanjang di Indonesia.
Medan, Aktual.co — PB Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi)  secara resmi melayangkan surat keberatan atas penghargaan yang diberikan Museum Rekor Muri Indonesia (Muri) kepada Kabupaten Tapanuli Tengah dalam kegiatan bakar ikan terpanjang di Indonesia.

"Kita sudah layangkan surat kepada Muri dan DPR RI di Jakarta, Senin (17/9), dimana dari fakta disertai bukti yang kita kumpulkan berupa video, gambar dan kliping koran menguatkan ketidaksempurnaan pemecahan rekor itu. Kita menyatakan keberatan karena itu merupakan pembohongan publik," ujar Ketua PB Germasi Samsul saat dihubungi Aktual.co di Sibolga, Kamis (20/9).

Untuk itu, Germasi meminta agar Muri membatalkan dan mencabut penghargaan yang telah diberikan. Muri juga didesak meminta maaf kepada masyarakat ataskelalaian tersebut.

Selanjutnya, mahasiswa mendesak Muri melayangkan permohonan maaf secara tertulis kepada masyarakat Kabupaten Halmahera Barat sebagai kabupaten pemegang rekor bakar ikan terpanjang di Indonesia.

"Kami beri tenggat 7x24 jam untuk merespons surat Germasi dengan arif dan bijaksana. Jika tidak, maka kecurigaan kita bahwa pemberian penghargaan oleh Muri kepada Tapteng sarat dengan kepentingan pihak–pihak tertentu semakin terbukti," kata dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Tapteng, Syukran J Tanjung selaku Ketua Panitia Penyelenggara HUT Tapteng ke 67 kepada saat dihubungi secara terpisah, Kamis (19/9) malam, mengatakan pemberian Rekor Muri kepada Kabupaten Tapteng sepenuhnya merupakan kewenangan Muri.

"Ya semua kan punya hak untuk menyatakan pendapatnya. Pemberian Rekor Muri itu sepenuhnya kewenangan Muri, mereka yang buat penilaian," tandasnya.
 
Dikutip dari sumbernya aktual.co klik disini

Monday, September 17, 2012

GERMASI RESMI SURATI MURI DAN DPR RI

"Terkait Pemecahan Rekor MURI di Tapanuli Tengah" 
SIBOLGA|  PB Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) akhirnya secara resmi melayangkan surat keberatannya kepada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pemberian piagam penghargaan MURI terhadap acara bakar ikan terpanjang di Indonesia yang pada kenyataanya tidak sesuai dengan realita yang sebenarnya.

Kepada RAKYAT, ketua umum PB Germasi, Samsul Pasaribu melalui rilisnya mengatakan bahwa setelah menunggu waktu hampir 3 minggu, akhirnya Germasi bisa menyurati MURI. Kelambatan ini dikarenakan bukti-bukti berupa video, gambar dan kliping koran yang bisa membuktikan dan menguatkan ketidak sempurnaan pemecahan rekor tersebut baru final pada 14 September 2012 lalu. Sehingga, setelah semua bukti bisa kita kumpulkan secepatnya Germasi pun langsung menyampaikan keberataanya akan kebohongan yang terjadi dilapangan.

Dalam surat bernomor PB.Germasi/ 005-2012 tertanggal 17 September 2012 itu Germasi menerangkan bahwa MURI telah melakukan pembohongan publik khususnya berbohong kepada masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. Karena acara bakar ikan yang digadang-gadang mencapai 7.2 Km tersebut pada kenyataanya tidak terpenuhi sama sekali. Secara fair Germasi mengakui bahwa di Tapanuli Tengah hanya disediakan panggangan ikan sepanjang 7.2 Km sedangkan untuk pokok acara sendiri yaitu bakar ikan tidak terpenuhi dengan sempurna.
 

Tuesday, August 28, 2012

Terkait Pemecahan Rekor MURI di Tapanuli Tengah

GERMASI AKAN SURATI MURI AGAR DIBATALKAN
Sibolga 27/8. Harian Rakyat Tapanuli
Samsul Pasaribu saat press conference terkait MURI
Pasca pecahnya Rekor MURI bakar ikar ikan terpanjang di Indonesia mencapai 7,2 Km yang sangat kontroversial, Pengurus Besar (PB) Germasi akan menyurati langsung lembaga pemberi piagam penghargaan dalam hal ini Museum Rekord Dunia Indonesia (MURI). Hal ini dilakukan mengingat beberapa fakta permulaan yang berhasil dikumpulkan oleh relawan Germasi yang berada dilokasi menunjukkan bahwa pemecahan rekord MURI dimaksud sarat dengan kepentingan pihak tertentu serta apa yang disebut dengan  pemecahan rekord tidak terjadi sama sekali.
Demikian disampaikan oleh ketua umum PB Germasi, Samsul Pasaribu kepada RAKYAT kemarin (27/8). Menurut Samsul, MURI tidak profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai pemberi penghargaan terhadap hal-hal luar biasa yang terjadi di Indonesia. MURI juga dinilai memperdagangkan sertifikat Rekord Indonesia untuk kepentingan pihak-pihak tertentu. Tegasnya. Berkaca dari apa yang terjadi di Tapanuli Tengah pada 23 Agustus 2012 yang lalu dimana MURI memberikan sertifikat atas prestasi Tapanuli Tengah melakukan kegiatan bakar ikan yang dicatat sebagai terpanjang di Indonesia yaitu sepanjang 7,2 Km. Padahal, realita dilapangan acara bakar ikan itu sendiri tidak lebih dari 4 Km. Faktanya berdasarkan amatan Germasi dilapangan, dan pemberitaan media lokal dibuktikan dengan photo-photo yang lengkap, jelas terlihat bahwa pemecahan rekor MURI di Tapteng merupakan sesuatu yang dipaksakan. Disebut dipaksakan karena sudah terlajur digadang-gadangkan sehingga akan sangat menyakitkan bagi pihak-pihat tertentu bila acara yang menelan dana besar itu tidak mampu memecahkan rekord MURI. Dengan demikian, karena terlanjur dilaksanakan, kendati tidak sesuai dengan standard yang telah ditetapkan oleh MURI secara terpaksa MURI harus memberikan penghargaan itu. “Inikan jelas-jelas sebuah kebohongan yang nyata. Kebohongan yang tidak bisa terbantahkan oleh siapa pun, termasuk oleh penyelenggara itu sendiri” tegas putra Barus kelahiran Sibolga ini.

Monday, July 16, 2012

Terkait Wafatnya Korban Kebakaran di Jalan Bawal Sibolga


Germasi : Keluarga Korban Harus Tuntut Walikota Sibolga

SIBOLGA - Gerakan Mahasiswa Sibolga Indonesia (Germasi) menyesalkan langkah-langkah yang diambil oleh pihak RSUD Dr.FL.Tobing Sibolga terhadap almarumah NenniSimamora (52) yang akhirnya wafat tanpa ada pertolongan yang maksimal.
Menurut Samsul Pasaribu, berdasarkan informasi yang diterima oleh Germasi, jelas sangat nyata telah terjadi pembiaran terhadap korban. Analisa yang dilakukan oleh pihak rumah sakit juga tidak maksimal. Salah satu contoh misalnya, pihak rumah sakit mengatakan bahwa keadaan korban bisa ditangani dan tidak perlu dirujuk ke Medan padahal, luka bakar yang dialami korban cukup parah. Sehingga pihak RSUD Dr.FL.Tobing Kota Sibolga dinilai terlalu percaya diri mampu menangani korban. Padahal, peralatan yang serba terbatas di RSU ini jelas-jelas tidak memadai untuk menolong korban.
Dilihat dari jam masuk hingga wafatnya korban yang memakan waktu 17 jam, maka sebenarnya seandainya pihak RSUD FL. Tobing Kota Sibolga segera merujuk korban ke Medan maka setidaknya harapan untuk sembuh tentu saja ada. Tetapi pihak rumah sakit tidak tanggap akan hal ini. Korban justru dipaksakan tetap dirawat di RSUD FL.Tobing padahal malamnya korban sudah tidak bisa menerima usapan makanan.
“Ada rencana pihak rumah sakit melakukan operasi terhadap pembuluh darah besar korban pada bagian leher untuk mempermudah korban menerima usapan makanan tetapi hingga korban wafat hal itu tidak dilakukan oleh pihak rumah sakit sehingga patut di duga korban meninggal bukan karena luka bakarnya tetapi karena mati lemas kelaparan” terang aktivisi pergerakan mahasiswa Bandung Raya ini.
Samsul juga menyampaikan penyesalannya terhadap ketegasan Walikota Sibolga atas insiden ini. Menurut Samsul, Walikota Sibolga terlalu lambat dan ragu-ragu mengambil langkah pertolongan terhadap korban. Malam hari, Walikota Sibolga sebenarnya sudah melihat keadaan korban dan sejatinya beliau langsung mengerti separah apa luka bakar korban. Akan tetapi, Walikota Sibolga justru terlalu percaya dengan apa yang dikatakan oleh dr Banjarnahor yang mengatakan korban cukup ditangani di Sibolga. Alhasil, keputusan itu berakibat fatal dan korban pun wafat.

Thursday, July 12, 2012

Jelang Pilgubsu 2013


GERMASI “WARGA SIBOLGA SEBAIKNYA ABSTEIN”
SIBOLGA - Setelah melakukan pengkajian yang mendalam terhadap dampak pemilihan langsung Gubnernur dan Wakil Gubernur 2013 yang akan datang, maka Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) berkesimpulan bahwa untuk Pilgubsu 2013 yang akan datang warga Sibolga sebaiknya abstein (tidak menggunakan hak suaranya). Kesimpulan ini diambil berdasarkan analisa terhadap sejauhmana peranan kota Sibolga untuk mampu mempengaruhi hasil Pilgubsu yang akan datang. Demikian disampaikan ketua umum Pengurus Besar (PB) Germasi, Samsul Pasaribu kepada SURAT, Kamis (12/7).
Menurut Samsul, memilih sikap abstein pada Pilgubsu 2013 yang akan datang tidak akan merugikan pihak mana pun termasuk para calon gubernur yang akan bertarung. Hal ini dikarenakan berdasarkan data statistik warga Sibolga yang berhak menggunakan suaranya pada setiap pemilu baik pilpres, pilgub dan pemilukada hanya kisaran 65 ribu suara. Itu pun yang dipastikan benar-benar menggunakan hak suaranya hanya 50 persen dari total pemilik suara. Sehingga suara yang hanya sebesar itu bila diperebutkan oleh 2 hingga 5 calon gubernur jelas-jelas tidak mempengaruhi apa pun.
“Oleh karena itu para kandidat calon gubernur tidak perlu merasa dirugikan bila akhirnya nanti Sibolga memilih sikap abstein” jelas mantan presiden mahasiswa Ikopin Bandung ini.
Lebih jauh Samsul juga menerangkan bahwa Pilgubsu 2013 justru lebih banyak keburukannya dari pada manfaatnya. Alasannya adalah perhatian pemerintah provinsi Sumatera Utara dari masa ke masa nyaris tidak terasa sama sekali. Alokasi anggaran untuk menunjang pembangunan di APBD Sumatera Utara masih terkonsentrasi di sumatera utara bagian timur. Bahkan ironisnya lagi, anggota legislatif provinsi dari daerah pemilihan pantai  barat seperti tidak punya taring.

Sunday, July 8, 2012

Soal Menkanla RI batal datang ke Tapteng

GERMASI "Diduga Ada Unsur Kesengajaan Pihak Terkait

SIBOLGA - Batalnya Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia,Sharif Cicip Sitardjo datang ke Tapteng dan Sibolga mendapat tanggapan dari elemen mahasiswa. Karena pembatalan kedatangan Menteri tersebut diduga memiliki muatan politis antar kedua pemerintah daerah Sibolga dan Tapteng. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Sibolga Indonesia (Germasi), Samsul Pasaribu kepada SURAT, Minggu (8/7).
Dugaan itu diungkapkan setelah melalui analisa Germasi secara mendalam. Kerusakan pesawat sewa menyebabkan Menteri batal datang, merupakan hal yang tidak masuk akal bagi Germasi. Karena Menteri belum terbang dari Jakarta sehingga bisa mengunakan pesawat lain dari perusahaan pesawat yang disewa.
“Menterikan menggunakan pesawat sewa harusnya kalau rusak, dia (menteri-red) bisa tukar pesawat. Kalau sudah terbang kemudian pesawat ada kerusakan sehingga tidak bisa mendarat di pinangsori dan harus kembali ke Jakarta atau karena cuaca buruk masih bisa diterima akal. Apalagi kerusakan tidak mungkin terjadi saat-saat akan berangkat. Paling tidak setengah jam sebelum berangkat pasti sudah dicek keberadaan pesawat. Jadi kalau ada tanda-tanda kerusakan bisa tukar pesawat,” kata Samsul.
Masih dikatakanya semula bagi Germasi pembatalan kedatangan menteri adalah hal yang biasa karena menteri pasti akan lebih mendahulukan tugas-tugas dijakarta yang berhubungan dengam Presiden. Namun begitu mengetahui menteri batal datang akibat pesawat rusak, baru dilakukan analisa.
“Kita ketahui acara menteri tidak hanya untuk pemancangan pertama pembangunan dermaga pelabuhan perikanan nusantara sibolga. Tetapi ada agenda politik yang sudah disiapkan yakni temu kader partai golkar. Sebab menteri itu Wakil Ketua Umum Partai Golkar.  Meskipun agenda itu dibuat oleh Partai Golkar Sibolga namun sebagai Wakil Ketua Umum menjelang 2014 nanti, temu kader tersebut pasti sangat berarti baginya untuk mensosialisasikan calon presiden yang akan digusung Partai Golkar,”ujarnya

Wednesday, May 9, 2012

SYARFI DAN BONARAN. SERUPA TAPI TAK SAMA


Oleh : Samsul Pasaribu*
Benar kata orang. Bagaimana pun miripnya wajah seseorang (baca : kembar indentik) selalu ada saja ada yang membedakan keduanya. Fenomena  inilah yang menjadikan istilah serupa tapi tak sama menjadi hal yang wajar-wajar saja dalam dinamika kehidupan kita. Tapi ada sebahagian yang tidak serupa sama sekali, bahkan dari garis keturunan pun mungkin, sekali lagi mungkin bila ditarik garis lurus kesamaan itu hanya bertemu disatu titik yaitu nabi Adam. Begitu pun, layaknya serupa tapi tak sama itu terkadang kita juga menyaksikan ada orang yang tidak serupa sama sekali tetapi ada hal-hal yang membuat mereka sama dan sejajar dalam pandangan kita. Seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono misalnya. Tentu kita sepakat SBY tidak mirip sama sekali dengan perdana menteri perdana menteri Inggris David Cameron. Begitu juga halnya David Cameron tidak mirip sama sekali dengan Francois Hollande (presiden Francis). Tetapi ketidak miripan itu disamakan oleh status sosial yang mereka miliki sekarang yaitu sama-sama kepala negara atau kepala pemerintahan. Sehingga mereka tidak punya pilihan bahwa sebagai pimpinan sebuah negara ada hal-hal tertentu yang harus mereka perhatikan seperti cara mereka berpakaian, berbicara, merespon issu dan menanggapi kritik. Stutus mereka yang kebetulan orang nomor satu memaksa mereka untuk bisa menjadi warga negara unggul dan terbaik serta mutlak harus menjadi panutan.

Itulah prolog yang coba penulis gambarkan sebelum penulis mengajak pembaca menuju satu titik terkecil dalam membedakan antara Syarfi Hutauruk yang polisiti dengan Bonaran Situmeang yang praktisi hukum. Keduanya punya latar belakang yang berbeda jauh. Tidak hanya itu, wajah mereka pun tidak mirip sama sekali. Sang Praktisi hukum berkumis sedangkan si politisi tidak sama sekali. Bonaran tinggi tegap sedangkan Syarfi pendek dan gemuk. Begitu  banyaknya perbedaan itu ternyata mereka disatukan oleh banyak hal. Pertama, mereka sama-sama berasal dari kampung. Mereka juga sama-sama dewasa di Jakarta. Keduanya juga sama-sama berhasil menjadi orang terkenal. Uniknya lagi mereka juga sama-sama berhasil menjadi pembela rakyat. Bonaran membela orang-orang yang HAM nya terancam sedangkan Syarfi pembela kepentingan rakyat di parlemen. Kesamaan itu pun sempurna secara kebetulan bahwa mereka sama-sama menjadi kepala daerah. Syarfi Hutauruk menjadi Walikota di Sibolga sedangkan Bonaran Situmeang menjadi Bupati di Tapanuli Tengah. Anehnya lagi, antara Sibolga dan Tapanulli Tengah justru adalah kabupaten/kota yang sejarah, kultur dan budayanya sama. Sempurnakan?

Saturday, May 5, 2012

Soal Permohonan Maaf Terhadap Bupati

Germasi Sesalkan Sikap Sahat
Sibolga.-(5/5) Harian Suara Rakyat Tapanuli
e-peper Harian Suara Rakyat Tapanuli
Permohonan maaf yang dilakukan oleh Dosen STIE Al-Wasliyah, Sahat Simatupang SE terhadap Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang SH, M.Hum membuat beberapa elemen masyarakat kecewa tidak terkeculai Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi). Germasi menyesalkan itu karena tindakan itu dipandang sebagai pembiaran terhadap penguasa untuk selalu mengintimidasi karya ilmiah orang lain. Samsul Pasaribu selaku ketua Germasi mengatakan bahwa apa yang dilakukan Sahat sudah tidak etis. Dirinya menganggap Sahat tidak menghargai hasil pertemuannya dengan komisi I DPRD Sibolga dengan sejumlah mahasiswa STIE dan Germasi. "Dalam pertemuan itu ada hasil yang kita dapatkan dimana dalam hasil itu seharusnya membalas surat undangan itu bahwa Sahat menolak untk menghadiri undangan tersebut dan menyarakan agar Bupati membuat agenda acara atau forum ilmiah yang khusus menyelesaikan kontroversi dimaksud" kata Samsul kepada SURAT di Sibolga, Jumat(4/5)
Dikatakanya apa yang menjadi perseteruan antara Sahat dengan Bonaran bukan lagi  menjadi masalah pribadi melainkan sudah menjadi permasalahan akademik versus penguasa. Namun tidak Sahat seolah-olah memberikan peluang terhadap pemerintah untuk menakut-nakuti para penulis dimasa yang akan datang. "Kalau seperti ini cara penyelesaiannya maka kedepan penguasa akan sangat mudah mengintimidasi setiap karya tulis orang lain" ucapnya. Lebih lanjut Samsul mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Sahat Simatupang sudah mencederai para pembelanya sendiri. Karena mahasiswa sebenarnya tidak pernah mendukung sahat atas pribadinya sendiri melainkan status dosen yang ada padanya mengingat Sahat mengatasnamakan profesi dosennya dalam tulisannya yang mengundang kontroversial. "Cara-cara seperti ini tentu berbahaya dalam dunia pendidikan kita. bila setiap karya ilmiah diancam pidana dan di obok-obok penguasa maka hancurlah bangsa ini' sesalnya.

Thursday, May 3, 2012

GERMASI : WALIKOTA LAMBAT PERJUANGKAN RUSUNAWA


Sibolga.-Harian Suara Rakyat Tapanuli
Sumber: Harian SURAT
Pembatalan pembangunan Rusunawa tahun 2012 oleh Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia yang harusnya telah terbangun ditahun ini disesalkan oleh Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi). Kontan saja, Germasi menilai pembatalan itu murni menjadi kesalahan Walikota Sibolga yang dinilai lambat menangani berbagai permasalahan yang muncul khususnya faktor alam dan lokasi yang tidak mendukung sama sekali dengan rencana strategi pembangunan rusunawa tersebut. Demikian disampaikan ketua Umum PB Germasi Samsul Pasaribu kepada SURAT kemarin (02/04)
Samsul menerangkan bahwa ada kekhawatiran kedepan pemerintah pusat tidak percaya lagi dengan pemerintah kota Sibolga dimasa yang akan datang. Ketidak percayaan itu bisa diakibatkan oleh dua faktor. Pertama, pemerintah pusat menilai Kota Sibolga tidak serius menangani berbagai program pusat yang coba untuk diwujudkan di Kota Sibolga. Dan kedua adalah, Pusat bisa saja menilai Sibolga terlalu maju membuat sebuah perencanaan pembangunan padahal rencana itu sebenarnya tidak sesuai dan tidak didukung oleh letak geografis Sibolga yang begitu kecil dan sempit. Sehingga kedepan tidak tertutup kemungkina kota Sibolga akan dinilai sebagai kota yang suka mengada-ada tetapi tidak sesuai dengan realita. Tidak hanya itu, Walikota bisa saja mendapat nilai buruk dalam melakukan perannya karena dianggap tidak mampu dan tidak punya pengaruh besar untuk melakukan lobi-lobi dipusat. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan latar belakang beliau yang dahulunya adalah anggota DPR RI.

Tuesday, May 1, 2012

Germasi Sebut Bupati Tapteng Tidak Cerdas

Sibolga.-(30/04)
Gerakan mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) sebut Bupati Tapanuli Tengah tidak cerdas dalam menyikapi tulisan seorang dosen salah satu perguruan tinggi di Sibolga-Tapanuli Tengah. Ketidak cerdasan itu terlihat dari langkah yang diambil Bupati Tapteng mengancam mempidanakan penulis Sahat Simatupang SE yang dinilai tulisannya mengandung unsur fitnah dan provokasi. Demikian disampaikan ketua Umum PB Germasi Samsul Pasaribu dalam rapat dengar pendapat dengan komisi I DPRD Kota Sibolga menyikapi undangan Bupati Tapteng yang mengundang penulis untuk meninjau langsung segala fasilitas kontroversial yang diungkap dalam tulisan sahat Simatupang, SE.
Ketum PB Germasi dan Depwil Sibolga di acara RDP DPRD Sibolga
Menurut Samsul, memenuhi undang Bupati Tapteng justru menunjukkan bahwa Penulis takut dengan ancaman Bupati. karena bila penulis tidak memenuhi undangan dan mengklarifikasi tulisannya akan dijerat dengan pasal-pasal penghinaan dan provokasi. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat, karya tulisan merupakan hak setiap orang untuk mempublikasikan keintelektualannya. oleh karena itu bila ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas opini orang lain sebaiknya menjawabnya dengan cara-cara akademik. bisa dengan membuat tulisan yang sama untuk membantah atau menempuh jalur kekeluargaan dengan cara bertanya kepada penulis apa gerangan maksud dari tulisan tersebut mengingat yang tahu persis maksud dan tujuan dibuatnya tulisan tertentu adalah penulis itu sendiri. maka dari itu langkah Bupati Tapteng mengancam pidana para penulis merupakan langkah yang tidak cerdas dan tidak elok bagi kebebasan berdemokrasi dibangsa ini yang dilindungi secara konstitusi. Pempidanakan karya tulis berbahaya bagi sistem pendidikan kita dan demokrasi. Kedepan bila hal ini dibiasakan tidak tertutup kemungkinan penulis-penulis yang selama ini getol melakukan kritik dan pemikirannya akan redup dan hilang diperedaran karena ketakutan. oleh karena itu Bonaran sejatinya visioner melihat permasalahan.
Untuk itu, dalam RDP yang dihadiri oleh mahasiswa STIE, Sahat Simatupang SE (Penulis) dan seluruh anggota komisi I DPRD Sibolga, Germasi menyarankan agar permasalahan yang dihadapi penulis dihadapi dengan cara-cara akademik. tidak perlu menghadiri undangan Bupati. cukup dibalas surat undangan tersebut dan menerangkan bahwa beliau tidak bersedia hadir dan bilamana Pemkab Tapteng memang berkeinginan menyelesaikan permasalahan ini dengan baik maka cara-cara seperti seminar, lokakarya dan diskusi bisa ditempuh. usul Germasi yang disampaikan ketum PB Germasi Samsul Pasaribu.