Selamat Atas Peluncuran Majalah Online GERMASI "IDEALIS", Terbit Tanggal 5 Setiap Bulan. Jangan Sampai Ketinggalan
Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Saturday, January 5, 2013

Majalah IDEALIS resmi terbit Online hari ini

Tampilan Edisi Perdana Majalah Idealis
Bandung | 5 Januari 2013
Diawal tahun 2013, Pengurus Besar Gerakan Mahasiswa Sibolga Indonesia (Germasi) membuat terobosan baru dalam dunia pergerakan mahasiswa Sibolga khususnya dan Indonesia umumnya. Terobosan itu berupa diterbitkannya majalah online Germasi yang diberi nama Idealis. Penamaan itu sendiri dipelopori oleh ketua Departemen Wilayah Germasi Kota Sibolga, Irfan Arhamsyah Sihotang yang juga sebagai vice editor in chief di majalah Idealis.

Monday, December 24, 2012

Ketua Umum PB Germasi ikuti Sarasehan Nasional di Jakarta

Ketum PB Germasi bersama Surya Paloh sesaat setelah Sarasehan
Jakarta | Atas undangan panitia penyelenggara sarasehan nasional ormas Nasdem Pusat, Ketua Umum PB Gerakan Mahasiswa Sibolga Indonesia (Germasi) menghadiri dan mengikuti sarasehan nasional bertema "Restorasi Indonesia Menuju Indonesia Baru" yang dilaksanakan baru-baru ini di Sumba Room Hotel Borobudur Jakarta Pusat. Sarasehan yang mendaulat mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Drs.H.M Jusuf Kalla sebagai kynote speech juga melibatkan beberapa pembicara terkenal dan tokoh nasional diantaranya Ketua Badan Kehormatan DPR RI, Dr. (HC) Siswono Yudho Husodo, Dr. Rizal Ramli, Prof. Komaruddin Hidayat dan mantan panglima TNI, Jend (Purn) H. Endriartono Sutarto. Turut juga hadir beberapa pembanding dan pengamat politik di Indonesia salah satunya adalah Prof.Cipta Lesmana.

Friday, November 9, 2012

Germasi “Pemkab dan Pemko Perlu Bersinergi Bangun Rumah Rehabilitasi Jiwa”



Pasca Tragedi Berdarah Simangusor Tapteng

Salah satu korban dalam perawatan
 Sibolga | Pasca tragedi berdarah di Simanusor Tapanuli Tengah (Tapteng) yang merenggut tiga nyawa anak sekolah Minggu, Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) menyatakan sikap menyesalkan peristiwa tersebut dan menyampaikan rasa belasungkawa yang sebesar-besarnya terhadap keluarga para korban. Demikian disampaikan oleh ketua umum PB Germasi, Samsul Pasaribu kepada RAKYAT kemarin (7/11).

Saturday, November 3, 2012

PC IMM Sibolga/ Tapteng dilantik, Germasi ucapkan selamat


Sekjend PB Germasi ucapkan selamat untuk IMM
Sibolga | Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) diwakili oleh Sekretaris Jenderal PB Germasi, Andi Josua hadiri undangan pelantikan dan serah terima jabatan PC IMM Kota Sibolga/ Tapteng masa bakti 2012-2013. Pelantikan dan sertijab itu sendiri dilaksanakan di komplek perguruan Muhammadiyah Kota Sibolga, Jalan Dr. E Bungaran/ Dame Sibolga.

Wednesday, October 31, 2012

GERMASI Hadiri Pelantikan PMD KAHMI Sibolga/Tapteng

Pengurus Germasi diabadikan setelah pelantikan MPD Kahmi
Sibolga | Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) hadiri acara pelantikan Pengurus Majelis Daerah (PMD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Sibolga (KAHMI) Sibolga/Tapanuli Tengah. Sebagaimana laporan ketua panitia, acara Pelantikan PMD KAHMI Sibolga/ Tapteng juga dirangkai dengan pembukaan Latihan Kader (LK) I komisariat HMI Kota Sibolga/ Tapteng. Sebanyak 30 orang calon anggota HMI akan digembleng menjadi Anggota  HMI selama sepekan yang ditempatkan di gedung MUI Tapanuli Tengah, Pandan.

Friday, September 21, 2012

MURI dituding Lakukan Pembohongan Publik

Mahasiswa mendesak Muri melayangkan permohonan maaf secara tertulis kepada masyarakat Kabupaten Halmahera Barat sebagai kabupaten pemegang rekor bakar ikan terpanjang di Indonesia.
Medan, Aktual.co — PB Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi)  secara resmi melayangkan surat keberatan atas penghargaan yang diberikan Museum Rekor Muri Indonesia (Muri) kepada Kabupaten Tapanuli Tengah dalam kegiatan bakar ikan terpanjang di Indonesia.

"Kita sudah layangkan surat kepada Muri dan DPR RI di Jakarta, Senin (17/9), dimana dari fakta disertai bukti yang kita kumpulkan berupa video, gambar dan kliping koran menguatkan ketidaksempurnaan pemecahan rekor itu. Kita menyatakan keberatan karena itu merupakan pembohongan publik," ujar Ketua PB Germasi Samsul saat dihubungi Aktual.co di Sibolga, Kamis (20/9).

Untuk itu, Germasi meminta agar Muri membatalkan dan mencabut penghargaan yang telah diberikan. Muri juga didesak meminta maaf kepada masyarakat ataskelalaian tersebut.

Selanjutnya, mahasiswa mendesak Muri melayangkan permohonan maaf secara tertulis kepada masyarakat Kabupaten Halmahera Barat sebagai kabupaten pemegang rekor bakar ikan terpanjang di Indonesia.

"Kami beri tenggat 7x24 jam untuk merespons surat Germasi dengan arif dan bijaksana. Jika tidak, maka kecurigaan kita bahwa pemberian penghargaan oleh Muri kepada Tapteng sarat dengan kepentingan pihak–pihak tertentu semakin terbukti," kata dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Tapteng, Syukran J Tanjung selaku Ketua Panitia Penyelenggara HUT Tapteng ke 67 kepada saat dihubungi secara terpisah, Kamis (19/9) malam, mengatakan pemberian Rekor Muri kepada Kabupaten Tapteng sepenuhnya merupakan kewenangan Muri.

"Ya semua kan punya hak untuk menyatakan pendapatnya. Pemberian Rekor Muri itu sepenuhnya kewenangan Muri, mereka yang buat penilaian," tandasnya.
 
Dikutip dari sumbernya aktual.co klik disini

Monday, September 17, 2012

GERMASI RESMI SURATI MURI DAN DPR RI

"Terkait Pemecahan Rekor MURI di Tapanuli Tengah" 
SIBOLGA|  PB Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) akhirnya secara resmi melayangkan surat keberatannya kepada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pemberian piagam penghargaan MURI terhadap acara bakar ikan terpanjang di Indonesia yang pada kenyataanya tidak sesuai dengan realita yang sebenarnya.

Kepada RAKYAT, ketua umum PB Germasi, Samsul Pasaribu melalui rilisnya mengatakan bahwa setelah menunggu waktu hampir 3 minggu, akhirnya Germasi bisa menyurati MURI. Kelambatan ini dikarenakan bukti-bukti berupa video, gambar dan kliping koran yang bisa membuktikan dan menguatkan ketidak sempurnaan pemecahan rekor tersebut baru final pada 14 September 2012 lalu. Sehingga, setelah semua bukti bisa kita kumpulkan secepatnya Germasi pun langsung menyampaikan keberataanya akan kebohongan yang terjadi dilapangan.

Dalam surat bernomor PB.Germasi/ 005-2012 tertanggal 17 September 2012 itu Germasi menerangkan bahwa MURI telah melakukan pembohongan publik khususnya berbohong kepada masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. Karena acara bakar ikan yang digadang-gadang mencapai 7.2 Km tersebut pada kenyataanya tidak terpenuhi sama sekali. Secara fair Germasi mengakui bahwa di Tapanuli Tengah hanya disediakan panggangan ikan sepanjang 7.2 Km sedangkan untuk pokok acara sendiri yaitu bakar ikan tidak terpenuhi dengan sempurna.
 

Tuesday, August 28, 2012

Terkait Pemecahan Rekor MURI di Tapanuli Tengah

GERMASI AKAN SURATI MURI AGAR DIBATALKAN
Sibolga 27/8. Harian Rakyat Tapanuli
Samsul Pasaribu saat press conference terkait MURI
Pasca pecahnya Rekor MURI bakar ikar ikan terpanjang di Indonesia mencapai 7,2 Km yang sangat kontroversial, Pengurus Besar (PB) Germasi akan menyurati langsung lembaga pemberi piagam penghargaan dalam hal ini Museum Rekord Dunia Indonesia (MURI). Hal ini dilakukan mengingat beberapa fakta permulaan yang berhasil dikumpulkan oleh relawan Germasi yang berada dilokasi menunjukkan bahwa pemecahan rekord MURI dimaksud sarat dengan kepentingan pihak tertentu serta apa yang disebut dengan  pemecahan rekord tidak terjadi sama sekali.
Demikian disampaikan oleh ketua umum PB Germasi, Samsul Pasaribu kepada RAKYAT kemarin (27/8). Menurut Samsul, MURI tidak profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai pemberi penghargaan terhadap hal-hal luar biasa yang terjadi di Indonesia. MURI juga dinilai memperdagangkan sertifikat Rekord Indonesia untuk kepentingan pihak-pihak tertentu. Tegasnya. Berkaca dari apa yang terjadi di Tapanuli Tengah pada 23 Agustus 2012 yang lalu dimana MURI memberikan sertifikat atas prestasi Tapanuli Tengah melakukan kegiatan bakar ikan yang dicatat sebagai terpanjang di Indonesia yaitu sepanjang 7,2 Km. Padahal, realita dilapangan acara bakar ikan itu sendiri tidak lebih dari 4 Km. Faktanya berdasarkan amatan Germasi dilapangan, dan pemberitaan media lokal dibuktikan dengan photo-photo yang lengkap, jelas terlihat bahwa pemecahan rekor MURI di Tapteng merupakan sesuatu yang dipaksakan. Disebut dipaksakan karena sudah terlajur digadang-gadangkan sehingga akan sangat menyakitkan bagi pihak-pihat tertentu bila acara yang menelan dana besar itu tidak mampu memecahkan rekord MURI. Dengan demikian, karena terlanjur dilaksanakan, kendati tidak sesuai dengan standard yang telah ditetapkan oleh MURI secara terpaksa MURI harus memberikan penghargaan itu. “Inikan jelas-jelas sebuah kebohongan yang nyata. Kebohongan yang tidak bisa terbantahkan oleh siapa pun, termasuk oleh penyelenggara itu sendiri” tegas putra Barus kelahiran Sibolga ini.

Monday, July 16, 2012

Terkait Wafatnya Korban Kebakaran di Jalan Bawal Sibolga


Germasi : Keluarga Korban Harus Tuntut Walikota Sibolga

SIBOLGA - Gerakan Mahasiswa Sibolga Indonesia (Germasi) menyesalkan langkah-langkah yang diambil oleh pihak RSUD Dr.FL.Tobing Sibolga terhadap almarumah NenniSimamora (52) yang akhirnya wafat tanpa ada pertolongan yang maksimal.
Menurut Samsul Pasaribu, berdasarkan informasi yang diterima oleh Germasi, jelas sangat nyata telah terjadi pembiaran terhadap korban. Analisa yang dilakukan oleh pihak rumah sakit juga tidak maksimal. Salah satu contoh misalnya, pihak rumah sakit mengatakan bahwa keadaan korban bisa ditangani dan tidak perlu dirujuk ke Medan padahal, luka bakar yang dialami korban cukup parah. Sehingga pihak RSUD Dr.FL.Tobing Kota Sibolga dinilai terlalu percaya diri mampu menangani korban. Padahal, peralatan yang serba terbatas di RSU ini jelas-jelas tidak memadai untuk menolong korban.
Dilihat dari jam masuk hingga wafatnya korban yang memakan waktu 17 jam, maka sebenarnya seandainya pihak RSUD FL. Tobing Kota Sibolga segera merujuk korban ke Medan maka setidaknya harapan untuk sembuh tentu saja ada. Tetapi pihak rumah sakit tidak tanggap akan hal ini. Korban justru dipaksakan tetap dirawat di RSUD FL.Tobing padahal malamnya korban sudah tidak bisa menerima usapan makanan.
“Ada rencana pihak rumah sakit melakukan operasi terhadap pembuluh darah besar korban pada bagian leher untuk mempermudah korban menerima usapan makanan tetapi hingga korban wafat hal itu tidak dilakukan oleh pihak rumah sakit sehingga patut di duga korban meninggal bukan karena luka bakarnya tetapi karena mati lemas kelaparan” terang aktivisi pergerakan mahasiswa Bandung Raya ini.
Samsul juga menyampaikan penyesalannya terhadap ketegasan Walikota Sibolga atas insiden ini. Menurut Samsul, Walikota Sibolga terlalu lambat dan ragu-ragu mengambil langkah pertolongan terhadap korban. Malam hari, Walikota Sibolga sebenarnya sudah melihat keadaan korban dan sejatinya beliau langsung mengerti separah apa luka bakar korban. Akan tetapi, Walikota Sibolga justru terlalu percaya dengan apa yang dikatakan oleh dr Banjarnahor yang mengatakan korban cukup ditangani di Sibolga. Alhasil, keputusan itu berakibat fatal dan korban pun wafat.

Thursday, July 12, 2012

Jelang Pilgubsu 2013


GERMASI “WARGA SIBOLGA SEBAIKNYA ABSTEIN”
SIBOLGA - Setelah melakukan pengkajian yang mendalam terhadap dampak pemilihan langsung Gubnernur dan Wakil Gubernur 2013 yang akan datang, maka Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) berkesimpulan bahwa untuk Pilgubsu 2013 yang akan datang warga Sibolga sebaiknya abstein (tidak menggunakan hak suaranya). Kesimpulan ini diambil berdasarkan analisa terhadap sejauhmana peranan kota Sibolga untuk mampu mempengaruhi hasil Pilgubsu yang akan datang. Demikian disampaikan ketua umum Pengurus Besar (PB) Germasi, Samsul Pasaribu kepada SURAT, Kamis (12/7).
Menurut Samsul, memilih sikap abstein pada Pilgubsu 2013 yang akan datang tidak akan merugikan pihak mana pun termasuk para calon gubernur yang akan bertarung. Hal ini dikarenakan berdasarkan data statistik warga Sibolga yang berhak menggunakan suaranya pada setiap pemilu baik pilpres, pilgub dan pemilukada hanya kisaran 65 ribu suara. Itu pun yang dipastikan benar-benar menggunakan hak suaranya hanya 50 persen dari total pemilik suara. Sehingga suara yang hanya sebesar itu bila diperebutkan oleh 2 hingga 5 calon gubernur jelas-jelas tidak mempengaruhi apa pun.
“Oleh karena itu para kandidat calon gubernur tidak perlu merasa dirugikan bila akhirnya nanti Sibolga memilih sikap abstein” jelas mantan presiden mahasiswa Ikopin Bandung ini.
Lebih jauh Samsul juga menerangkan bahwa Pilgubsu 2013 justru lebih banyak keburukannya dari pada manfaatnya. Alasannya adalah perhatian pemerintah provinsi Sumatera Utara dari masa ke masa nyaris tidak terasa sama sekali. Alokasi anggaran untuk menunjang pembangunan di APBD Sumatera Utara masih terkonsentrasi di sumatera utara bagian timur. Bahkan ironisnya lagi, anggota legislatif provinsi dari daerah pemilihan pantai  barat seperti tidak punya taring.

Sunday, July 8, 2012

Soal Menkanla RI batal datang ke Tapteng

GERMASI "Diduga Ada Unsur Kesengajaan Pihak Terkait

SIBOLGA - Batalnya Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia,Sharif Cicip Sitardjo datang ke Tapteng dan Sibolga mendapat tanggapan dari elemen mahasiswa. Karena pembatalan kedatangan Menteri tersebut diduga memiliki muatan politis antar kedua pemerintah daerah Sibolga dan Tapteng. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Sibolga Indonesia (Germasi), Samsul Pasaribu kepada SURAT, Minggu (8/7).
Dugaan itu diungkapkan setelah melalui analisa Germasi secara mendalam. Kerusakan pesawat sewa menyebabkan Menteri batal datang, merupakan hal yang tidak masuk akal bagi Germasi. Karena Menteri belum terbang dari Jakarta sehingga bisa mengunakan pesawat lain dari perusahaan pesawat yang disewa.
“Menterikan menggunakan pesawat sewa harusnya kalau rusak, dia (menteri-red) bisa tukar pesawat. Kalau sudah terbang kemudian pesawat ada kerusakan sehingga tidak bisa mendarat di pinangsori dan harus kembali ke Jakarta atau karena cuaca buruk masih bisa diterima akal. Apalagi kerusakan tidak mungkin terjadi saat-saat akan berangkat. Paling tidak setengah jam sebelum berangkat pasti sudah dicek keberadaan pesawat. Jadi kalau ada tanda-tanda kerusakan bisa tukar pesawat,” kata Samsul.
Masih dikatakanya semula bagi Germasi pembatalan kedatangan menteri adalah hal yang biasa karena menteri pasti akan lebih mendahulukan tugas-tugas dijakarta yang berhubungan dengam Presiden. Namun begitu mengetahui menteri batal datang akibat pesawat rusak, baru dilakukan analisa.
“Kita ketahui acara menteri tidak hanya untuk pemancangan pertama pembangunan dermaga pelabuhan perikanan nusantara sibolga. Tetapi ada agenda politik yang sudah disiapkan yakni temu kader partai golkar. Sebab menteri itu Wakil Ketua Umum Partai Golkar.  Meskipun agenda itu dibuat oleh Partai Golkar Sibolga namun sebagai Wakil Ketua Umum menjelang 2014 nanti, temu kader tersebut pasti sangat berarti baginya untuk mensosialisasikan calon presiden yang akan digusung Partai Golkar,”ujarnya

Saturday, May 5, 2012

Soal Permohonan Maaf Terhadap Bupati

Germasi Sesalkan Sikap Sahat
Sibolga.-(5/5) Harian Suara Rakyat Tapanuli
e-peper Harian Suara Rakyat Tapanuli
Permohonan maaf yang dilakukan oleh Dosen STIE Al-Wasliyah, Sahat Simatupang SE terhadap Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang SH, M.Hum membuat beberapa elemen masyarakat kecewa tidak terkeculai Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi). Germasi menyesalkan itu karena tindakan itu dipandang sebagai pembiaran terhadap penguasa untuk selalu mengintimidasi karya ilmiah orang lain. Samsul Pasaribu selaku ketua Germasi mengatakan bahwa apa yang dilakukan Sahat sudah tidak etis. Dirinya menganggap Sahat tidak menghargai hasil pertemuannya dengan komisi I DPRD Sibolga dengan sejumlah mahasiswa STIE dan Germasi. "Dalam pertemuan itu ada hasil yang kita dapatkan dimana dalam hasil itu seharusnya membalas surat undangan itu bahwa Sahat menolak untk menghadiri undangan tersebut dan menyarakan agar Bupati membuat agenda acara atau forum ilmiah yang khusus menyelesaikan kontroversi dimaksud" kata Samsul kepada SURAT di Sibolga, Jumat(4/5)
Dikatakanya apa yang menjadi perseteruan antara Sahat dengan Bonaran bukan lagi  menjadi masalah pribadi melainkan sudah menjadi permasalahan akademik versus penguasa. Namun tidak Sahat seolah-olah memberikan peluang terhadap pemerintah untuk menakut-nakuti para penulis dimasa yang akan datang. "Kalau seperti ini cara penyelesaiannya maka kedepan penguasa akan sangat mudah mengintimidasi setiap karya tulis orang lain" ucapnya. Lebih lanjut Samsul mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Sahat Simatupang sudah mencederai para pembelanya sendiri. Karena mahasiswa sebenarnya tidak pernah mendukung sahat atas pribadinya sendiri melainkan status dosen yang ada padanya mengingat Sahat mengatasnamakan profesi dosennya dalam tulisannya yang mengundang kontroversial. "Cara-cara seperti ini tentu berbahaya dalam dunia pendidikan kita. bila setiap karya ilmiah diancam pidana dan di obok-obok penguasa maka hancurlah bangsa ini' sesalnya.

Thursday, May 3, 2012

GERMASI : WALIKOTA LAMBAT PERJUANGKAN RUSUNAWA


Sibolga.-Harian Suara Rakyat Tapanuli
Sumber: Harian SURAT
Pembatalan pembangunan Rusunawa tahun 2012 oleh Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia yang harusnya telah terbangun ditahun ini disesalkan oleh Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi). Kontan saja, Germasi menilai pembatalan itu murni menjadi kesalahan Walikota Sibolga yang dinilai lambat menangani berbagai permasalahan yang muncul khususnya faktor alam dan lokasi yang tidak mendukung sama sekali dengan rencana strategi pembangunan rusunawa tersebut. Demikian disampaikan ketua Umum PB Germasi Samsul Pasaribu kepada SURAT kemarin (02/04)
Samsul menerangkan bahwa ada kekhawatiran kedepan pemerintah pusat tidak percaya lagi dengan pemerintah kota Sibolga dimasa yang akan datang. Ketidak percayaan itu bisa diakibatkan oleh dua faktor. Pertama, pemerintah pusat menilai Kota Sibolga tidak serius menangani berbagai program pusat yang coba untuk diwujudkan di Kota Sibolga. Dan kedua adalah, Pusat bisa saja menilai Sibolga terlalu maju membuat sebuah perencanaan pembangunan padahal rencana itu sebenarnya tidak sesuai dan tidak didukung oleh letak geografis Sibolga yang begitu kecil dan sempit. Sehingga kedepan tidak tertutup kemungkina kota Sibolga akan dinilai sebagai kota yang suka mengada-ada tetapi tidak sesuai dengan realita. Tidak hanya itu, Walikota bisa saja mendapat nilai buruk dalam melakukan perannya karena dianggap tidak mampu dan tidak punya pengaruh besar untuk melakukan lobi-lobi dipusat. Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan latar belakang beliau yang dahulunya adalah anggota DPR RI.

Tuesday, May 1, 2012

Germasi Sebut Bupati Tapteng Tidak Cerdas

Sibolga.-(30/04)
Gerakan mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) sebut Bupati Tapanuli Tengah tidak cerdas dalam menyikapi tulisan seorang dosen salah satu perguruan tinggi di Sibolga-Tapanuli Tengah. Ketidak cerdasan itu terlihat dari langkah yang diambil Bupati Tapteng mengancam mempidanakan penulis Sahat Simatupang SE yang dinilai tulisannya mengandung unsur fitnah dan provokasi. Demikian disampaikan ketua Umum PB Germasi Samsul Pasaribu dalam rapat dengar pendapat dengan komisi I DPRD Kota Sibolga menyikapi undangan Bupati Tapteng yang mengundang penulis untuk meninjau langsung segala fasilitas kontroversial yang diungkap dalam tulisan sahat Simatupang, SE.
Ketum PB Germasi dan Depwil Sibolga di acara RDP DPRD Sibolga
Menurut Samsul, memenuhi undang Bupati Tapteng justru menunjukkan bahwa Penulis takut dengan ancaman Bupati. karena bila penulis tidak memenuhi undangan dan mengklarifikasi tulisannya akan dijerat dengan pasal-pasal penghinaan dan provokasi. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat, karya tulisan merupakan hak setiap orang untuk mempublikasikan keintelektualannya. oleh karena itu bila ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas opini orang lain sebaiknya menjawabnya dengan cara-cara akademik. bisa dengan membuat tulisan yang sama untuk membantah atau menempuh jalur kekeluargaan dengan cara bertanya kepada penulis apa gerangan maksud dari tulisan tersebut mengingat yang tahu persis maksud dan tujuan dibuatnya tulisan tertentu adalah penulis itu sendiri. maka dari itu langkah Bupati Tapteng mengancam pidana para penulis merupakan langkah yang tidak cerdas dan tidak elok bagi kebebasan berdemokrasi dibangsa ini yang dilindungi secara konstitusi. Pempidanakan karya tulis berbahaya bagi sistem pendidikan kita dan demokrasi. Kedepan bila hal ini dibiasakan tidak tertutup kemungkinan penulis-penulis yang selama ini getol melakukan kritik dan pemikirannya akan redup dan hilang diperedaran karena ketakutan. oleh karena itu Bonaran sejatinya visioner melihat permasalahan.
Untuk itu, dalam RDP yang dihadiri oleh mahasiswa STIE, Sahat Simatupang SE (Penulis) dan seluruh anggota komisi I DPRD Sibolga, Germasi menyarankan agar permasalahan yang dihadapi penulis dihadapi dengan cara-cara akademik. tidak perlu menghadiri undangan Bupati. cukup dibalas surat undangan tersebut dan menerangkan bahwa beliau tidak bersedia hadir dan bilamana Pemkab Tapteng memang berkeinginan menyelesaikan permasalahan ini dengan baik maka cara-cara seperti seminar, lokakarya dan diskusi bisa ditempuh. usul Germasi yang disampaikan ketum PB Germasi Samsul Pasaribu.

Friday, March 30, 2012

Tolak Kenaikan BBM

Seribuan Pendemo Bakal Padati Tugu Ikan

SIBOLGA- Sedikitnya delapan kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Elemen Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Urusan Rakyat (GEMMPUR) bakal menggelar demo besar-besaran menolak kenaikan harga BBM di Sibolga.

Demo yang akan berlangsung Sabtu (31/3) ini akan menurunkan kurang lebih seribuan massa. Demikian dikatakan koordinator lapangan (korlap) aksi, Sufriansyah Pasaribu dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Sibolga-Tapteng, saat menggelar konfrensi pers, Kamis (29/3). Dijelaskannya, demo ini akan dipusatkan di Tugu Ikan (dulunya disebut Simpang Beo) Sibolga Jalan SM Raja, Kelurahan Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan. “Kita akan menyampaikan orasi di Tugu Ikan. Titik kumpul di situ juga. Demo ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB. Kita tidak akan mengadakan longmarch yang ujung-ujungnya menyusahkan masyarakat lain,” ujar Sufriansyah diamini Dedi Sutomo yang bertindak sebagai orator aksi.

Monday, March 5, 2012

PERLU ORANG-ORANG VISIONER SIKAPI PERLUASAN

Berbicara masalah perluasan bukanlah permbicaraan yang bisa ditinjau dari satu aspek. Mengingat perluasan berhubungan erat dengan hajat hidup orang banyak. Disamping itu, issu perluasan tentunya akan berbenturan dengan banyak kepentingan , tidak hanya kepentingan individu tetapi juga kepentingan kultur budaya dan sejarah. Oleh karena itu memandang persoalan perluasan tidak boleh dengan dari satu sudut, perlu orang-orang visioner yang punya pandangan jauh kedepan akan hakekat sebuah perluasan. Demikian disampaikan Ketua Umum PB Germasi, Samsul Pasaribu didampingi sekretaris jenderal PB Germasi Andi Josua kepada Harian Surat dalam menyikapi munculnya pro-kontra perluasan belakangan  ini.
Samsul mengatakan bahwa, siapa pun berhak menyampaikan pendapatnya perihal wacana perluasan yang kembali dibahas banyak pihak. Dan siapa pun berhak pula setuju atau tidak setuju. Yang harus dicermati adalah mencari korelasi antara alasan setuju atau tidak setuju dengan hakekat dari sebuah perluasan atau pemekaran. Bila dilihat dari alasan paling mendasar tuntutan pemekaran atau perluasan yang terjadi selama ini diseluruh Indonesia adalah dalam rangka pemerataan kesejahteraan dan upaya mempercepat pembangunan. Oleh karena itu, selama alasan yang dikemukakan berhubungan erat dengan itu maka sah-sah saja setuju atau tidak setuju. Akan tetapi bila konteksnya dikaitkan dengan sejarah masa lalu, harus dipahami bahwa sejarah dibentuk oleh setiap generasi dan individu oleh karena itu, karena setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya maka kedepan sejarah yang lebih baik harus bisa diciptakan oleh generasi berikutnya. Kaitannya dengan perluasan Sibolga yang mencaplok beberapa daerah Kabupaten Tapanuli Tengah maka warga masyarakat yang ada dimasa ini harus berani mengukit sejarah baru dan melahirkan langkah-langkah kongkrit mempercepat terwujudnya kesejahteraan dan pemerataan pembangunan.

Thursday, March 1, 2012

STOP Uang Terimakasih

Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) menghimbau seluruh masyarakat kota Sibolga agar tidak membiasakan memberikan tips atau tanda terimakasih setiap mengurus kepentingannya dikantor kelurahan maupun kecamatan selama ada aturan yang menegaskan itu gratis. Hal ini penting untuk memutus mata rantai budaya suap dan pungli dalam tatanan kehidupan bermasyarakat di kota Sibolga. Demikian disampaikan oleh ketua umum PB Germasi Samsul Pasaribu kepada SURAT baru-baru ini.

Menurut Samsul, walaupun itu menjadi  hak setiap warga untuk mengapresiasi kinerja orang lain tapi dalam hal memberi pelayanan prima kepada masyarakat secara umum sebaiknya setiap individu tidak memberikan apa pun kepada aparatur negara sebagai tanda terimakasih karena berpotensi ditiru oleh masyarakat lainnya padahal hal itu diluar kemampuannya. Dilihat dari cikal bakal lahirnya budaya korupsi di negeri ini tradisi uang terimakasih seikhlasnya yang turun temurun diwariskan menjadi sebuah keharusan bagi generasi selanjutnya untuk melakukannya. Contoh paling nyata dialami oleh anggota Germasi sendiri ketika mengurus KTP disalah satu kecamatan di kota Sibolga. Dari fenomena yang terlihat, sebagian masyarakat yang memberi uang terimakasih seikhlasnya memancing masyarakat yang lain untuk melakukan hal yang sama padahal pemberian itu diluar kemampuannya. Celakanya lagi, aparatur di kecamatan tidak berani mengatakan tidak (menolak) setiap pemberian warga. Kendati niatnya baik tetapi harus dipahami bahwa praktek seperti itu bisa menjadi kebiasaan buruk bagi setiap orang dimasa yang akan datang.

Friday, January 27, 2012

GERMASI sambangi Anis Baswedan

Kiri-Kanan. Septri Yudha, Intan, Prof.Anis Baswedan, Samsul dan Riyo
Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) melakukan kunjungan silaturrahmi kepada mantan anggota dewan pertimbangan presiden yang sekarang menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina Jakarta, Prof. DR.H.Anis Baswedan, Ph.D di Jakarta. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk mematangkan rencana Germasi melaksanakan Seminar Pendidikan Nasional Tahun 2012 di Sibolga. Rencananya Prof. Anis menjadi salah satu narasumber utama pada seminar dimaksud. Sesuai dengan janji, Prof.Anis Baswedan menerima rombongan Germasi yang terdiri dari Ketua Umum Samsul Pasaribu, Kadepsosial Intan Indayasha dan Kadep.pemuda dan olahraga SeptriYudha pada pukul 14.15 Wib di Gedung SCBD/ kampus Pasca Sarjana Paramadina. Turut juga dalam rombongan ketua Gerakan Mahasiswa Solok Selatan Riyo Rosef. Prof Anis menyempatkan menerima Germasi padahal hari itu beliau harusnya menjadi narasumber dalam seminar yang dihadiri oleh wakil menteri perdagangan Finlandia di Jakarta.
Ketum Germasi berdialog dengan prof.Anis Baswedan
Dalam pertemuan yang berlangsung 20 menit itu, Germasi menyampaikan keinginannya mengundang prof.Anis menjadi pembicara seminar di Sibolga. Kegiatan positif ini disambut baik oleh prof.Anis dan akan melihat waktu yang paling tepat untuk dapat berkunjung ke Sibolga. Untuk itu beliau meminta kepada panitia agar mengirimkan jadwal penerbangan setiap harinya dari Jakarta-Medan dan Sibolga. Hal ini mengingat, Sibolga jauh dari ibukota propinsi dan Sibolga akan menjadi daerah pertama yang dikunjungi Prof.Anis di Sumatera Utara setelah Kota Medan.
Sesaat seteleh pertemuan, ketum PB Germasi menerangkan bahwa seminar pendidikan nasional 2012 akan menghadirkan tiga orang narasumber kaliber internasional dan nasional. Selain Prof. Anis Baswedan, Bapak Hamid Muhammad, PhD yang juga kepala dirjend Dikmen Kemendikbud RI akan hadir sebagai narasumber. Seminar sendiri direncakan akan dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dalam pembukaannya Mendikbud akan menyampaikan kuliah umum. Seminar sendiri akan dilaksanakan pada akhir akhir februari dan awal maret. tergantung kesiapan waktu dari para narasumber.

Saturday, January 14, 2012

GERMASI Lengkapi Demo di DPR RI

Mahasiswa dan masyarakat padati DPR RI
Dalam lawatan 2 hari di Jakarta dalam rangka audiensi dengan KPK RI dan Kemendikbud RI, ketua umum PB Germasi Samsul Pasaribu dan ketua umum PB Gerakan Mahasiswa Solok Selatan Riyo Rosef menerima undangan via seluler untuk  berpartisipasi mengadvokasi masyarakat petani nelayan dan buruh untuk aksi damai di depan Istana dan gedung DPR RI. Akan tetapi oleh karena kesibukan yang ada Germasi dan Gemass hanya berkesempatan hadir aksi di DPR RI.
Aksi yang dimulai sejak pagi dan berakhir di DPR RI diikuti oleh 77 elemen yang terdiri dari mahassiwa, pemuda, petani, nelayan dan buruh. Mereka menuntut pemerintah agar melakukan refoma agraria  besar-besaran. bila ini tidak dilakukan maka konflik agraria yang sejak akhir tahun 2011 hingga awal tahun 2012 semakin merajalela dan mengkhawatirkan akan semakin menjurus kepada konfik besar yang bisa mengancam integritas nasional.
Secara umum para pengunjukrasa meminta agar pemerintah melakukan reformasi dibidang pertanahan dengan memberikan hak-hak rakyat di bidang pertanahan yang dijamin dalam UU nomor 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria (UUAP). Sementara itu massa yang berasal dari 4 desa mendesak pula agar pemerintah dan DPR segera mewujudkan UU tentang desa.


BUDIMAN SUJADMIKO DAN FAISAL AKBAR DISORAKI

Ditengah-tengah ribuah massa yang memadati pintu gerbang DPR RI, pasca orasi perwakilan setiap elemen masyarakat, tiba-tiba anggota DPR RI Budiman Sujatmiko dan Faisal Akbar muncul di panggung orasi. Tak ayal, kehadiran anggota DPR RI ini mendapat teriakan cemoohan dari massa. bahkan HMI mengambil sikap walk out dari barisan. sambil bernyanyi ratusan massa HMI mundur dari gerombolan massa mundur kebelakang sambil berteriak "cari muka". Tak hanya sampai disitu, mengingat aksi walkout HMI tidak digubris oleh para anggota DPR RI, HMI pun kembali menerobos masuk dengan paksa ke depan panggung orasi dan minta dengan paksa agar anggota DPR RI segera menghentikan celotehnya. alhasil, wakil rakyat terhormat itu tak bisa menolak dengan muka berkeringat dan menahan rasa malu mereka diselamatkan oleh Amdal DPR RI untuk kembali kegedung DPR RI. Mahasiswa menolak aksi cari muka DPR RI. Tuntutan mahasiswa dan elemen aksi lainnya adalah agar seluruh anggota DPR RI di komisi II menerima mereka bukan perwakilan sehingga terkesan cari muka.

BERKAHIR RICUH

Aksi yang semula damai alhasil kian memanas. Segerombolan massa berusaha menerobos gerbang DPR RI akan tetapi oleh karena Germbang utama begitu kokoh, massa pun mendobrak gerbang pagar sisi kanan DPR RI, sekitar 15 orang massa berhasil merobohkan pagar DPR RI. Tindakan ini kontan memancing emosi pihak kepolisian. tak ayal, pasukan anti huru hara pun dikerahkan yang dilengkapi dengan water conan. Semprotan air memaksa mahasiswa dan masyarkat mundur. merasa ada serangan dari dalam, mahasiswa pun maju melakukan perlawanan dengan melakukan lemparan batu. Alhasil kericuhan pun terjadi. Polisi tak henti-hentinya menyemprotkan air sementara mahasiswa tetap melakukan perlawanan.

Takut ada propokator, pimpinan aksi di panggung orasi pun menyerukan agar mahasiswa menahan diri. apalagi tersiar issu pasca bentrok 2 orang mahasiswa ditangkap oleh aparat kepolisian. Dalam satu komando mahasiswa yang tak mau termakan ulah propokator kembali merapatkan barisan. dan melaksanakan aksi dengan damai.

Berikut beberapa photo yang berhasil diabadikan lewat camera Germasi :
Ribuan massa padati gedung DPR RI, Polri terpaksa menutup sementara akses ke DPR

Ketum PB Germasi terlihat ditengah-tengah lautan massa

Semakin sore jumlah massa semakin membludak


Polisi huru hara siap dengan kondisi terburuk

Semangat, meski harus diguyur air dari water canon polri

Pagar DPR RI roboh oleh amuk massa

Berdiri dengan muka tegang setelah kondisi semakin memanas

Fokus satu tujuan, kembalikan tanah rakyat

disemprot water conan tidak menyurutkan semangat mahasiswa berjuang

Andai tidak dilerai polisi mungkin DPR RI tidak punya pagar lagi

Siap-siap dengan helm agar tidak sakit kena pentungan polisi

Batu berserakan di depan gedung DPR RI Jakarta

Semangat dengan kibaran bendera pergerakan



aparat kepolisian hilir mudik mengamati jalannya aksi



Mahasiswa sebut SBY dan Budiono dengan perampasan tanah rakyat

Wednesday, November 30, 2011

GERMASI GELAR DIKMAHAMUDA 2011

Sibolga-Sumut
Walikota Sibolga dan Pengurus PB Germasi
Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) akan melaksanakan diskusi mahasiswa dan pemuda (Dikmahamuda) tahun 2011. Hal ini diketahui dari keterangan pers Germasi Depwil Sibolga yang diketuai oleh Irfan Arhamsyah sesaat setelah diterima Walikota Sibolga diruang Kerjanya. Germasi yang diterima Walikota pada Senin 28 November 2011 pukul 17.00 Wib hadir dalam rangka menyampaikan keinginan mahasiswa Sibolga berdialog dengan walikota Sibolga perihal visi dan misi beliau sebagai walikota ditahun kedua. Hal ini penting karena menjelang tahun 2012, Mahasiswa sangat berkeinginan memberikan sumbangsih ide dan gagasan konstruktifnya untuk kemajuan Sibolga kedepannya.
Walikota Sibolga yang saat pertemuan didampingi oleh Kepala Bappeda Drs. Edy Johan Lubis dan Asisten II Bidang. Ekonomi dan kesejahteraan rakyat Drs.H.Junaedi Tanjung M.Pd kepada rombongan Germasi menyambut hangat keinginan mahasiswa. Seperti yang diutarakannya dalam pertemuan Drs. HM.Syarfi Hutauruk sangat berkeinginan menyampaikan dan menjelaskan langsung kepada mahasiswa segala program dan kebijakan pemerintah sehingga tidak diterjemahkan berbeda dan tidak terjadi lagi miskomunikasi.
Walikota juga sempat menjelaskan beberapa program kerja yang telah dilaksanakan semenjak dilantik 26 Agustus 2010 lalu. diantaranya pelayanan jasa kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu. persalinan gratis hingga anak ke-2 dan pengurusan KK dan KTP gratis. Disamping itu sebagaimana visi dan misi walikota saat kampanye dimana industri rumah tangga menjadi prioritas pemerintah kota untuk menjadikan masyarakat lebih produktif sedang dalam pengkajian dan pastinya akan diterapkan.
Audiensi yang berlangsung selama 1.5 jam itu dari kubu Germasi dihadiri oleh Ketum PB Germasi Samsul Pasaribu, Sekretaris Jenderal Andi Josua Telaumbanua, Ketua Depwil Sibolga Irfan Arhamsyah dan sekwil Sibolga Arya Wirawan.