Selamat Atas Peluncuran Majalah Online GERMASI "IDEALIS", Terbit Tanggal 5 Setiap Bulan. Jangan Sampai Ketinggalan

Friday, October 1, 2010

WASPADA TERORIS

Warga Sibolga Harus Jeli Terhadap Warga Pendatang
Jumat, 01 Oktober 2010

SIBOLGA-METRO; Pasca penyerangan Mapolsek Hamparan Perak Deli Serdang beberapa pekan lalu, komunitas mahasiswa asal Sibolga yang bergabung dalam wadah Gerakan Mahasiswa Sibolga-Indonesia (Germasi) yang berpusat di Bandung Jawa Barat mengaku khawatir dengan kondisi tersebut.

Hal ini terungkap dalam peringatan satu tahun Germasi di Bandung Jawa Barat yang diperingati secara sederhana di kampus Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung belum lama ini.

Ketua umum Germasi, Samsul Pasaribu didampingi kepala departemen hubungan antar kampus Abdul Haris Sikumbang kepada METRO melalui selularnya, Kamis (30/9) menuturkan, bahwa pada dasarnya Sumatera Utara yang dikenal relatif aman dari tindak kriminal secara Nasional akhirnya ternodai oleh aksi orang yang tidak bertanggungjawab yang diduga dilakukan oleh teroris.

FANTASTIK, REHAB RUMDIS WALIKOTA SIBOLGA 6 MILYAR


GERMASI NILAI REHAB RUMDIS WALIKOTA SIBOLGA BERLEBIHAN
Mahasiswa Minta DPRD Sibolga Kaji Ulang Dana Rehab Rumah Dinas Walikota
Samsul Pasaribu “Dana sebesar itu sudah bisa membangun 1 unit lagi Masjid Agung Sibolga”

Bandung/300910.
Setelah Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD MAPIKOR (Masyarakat Pemerhati Korupsi) Sibolga-Tapteng, Marjuddin Waruwu menyampaikan kritikan pedas perihal biaya rehabilitasi rumah dinas (Rumdis) Walikota Sibolga yang mencapai angka 6 Milyar, kini kabar spektakuler ini sampai juga ke komunitas mahasiswa asal Sibolga yang bergabung dalam wadah Gerakan Mahasiswa Sibolga yang diketuai oleh Samsul Pasaribu. Samsul Pasaribu yang dihubungi melalui telepon selulernya kepada Blog germasi menuturkan kabar tak sedap itu mereka dapatkan dari informasi yang tersebar di internet, dan umumnya mahasiswa asal Sibolga terkejut dan tidak habis pikir bahwa hanya untuk merehab rumah dinas sampai menembus angka miliaran rupiah. “Ini berlebihan, angka sebesar itu hanya untuk menghambur-hamburkan uang rakyat saja” sesal mahasiswa semester VIII Ikopin Bandung ini.
Samsul Pasaribu (kedua dari kanan) didampingi pengurus lainnya di sekret germasi-Bandung
Masih menurut Samsul, idealnya dana untuk melakukan rehab rumah dinas tidak harus sebanyak itu. Angka 900 jutaan saja masih dianggap terlalu banyak, apalagi sampai mencapai angka 6 milyar. “Kendati dana rehab tersebut akan di gelontorkan oleh DPRD Sibolga secara bertahap, tetap saja akan membebani APBD Kota Sibolga, sementara kita tahu di Sibolga banyak pengusaha kecil dan menengah yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah Kota Sibolga” jelas pria yang belajar di kampus ekonomi kerakyatan Ikopin Bandung ini.
Angka 6 milyar itu sangat fantastik, lanjut presiden mahasiswa Ikopin ini. “Andai dana sebesar itu di gelontorkan untuk pengusaha kecil yang kita asumsikan masing masing mendapat 20 juta/ unit usaha maka pemerintah sudah dapat membantu 300 kelompok usaha kecil dan menengah selama kurun waktu lima tahun” terang beliau. “artinya, bila ini yang dilakukan maka pemko Sibolga dan DPRD Sibolga serius meminimalisir angka pengangguran di Kota Berbilang kaum ini” lanjut beliau.

Friday, September 17, 2010

Syukran-Juneidi Layak Pimpin Tapteng

Jumat, 17 September 2010
TAPTENG-METRO; Setelah Dina Riana br Samosir resmi berpasangan dengan Drs Hikmal Batubara sebagai balon Bupati dan wakil Bupati Tapteng pada Pemilukada Tapteng 12 Maret 2011, H Juneidi Tanjung MPd yang sempat disebut berpaket dengan Dina Riana, belakangan dianggap layak berpasangan dengan H Syukran J Tanjung SE sehingga akan menjadi paket duo Tanjung. 

Hal tersebut sampaikan Ketua Gerakan Mahasiswa Sibolga, Samsul Pasaribu yang juga putra Barus kelahiran Sibolga kepada METRO di Sibolga, Kamis (16/9).
Menurut Samsul, saat ini semua kandidat yang maju dinilai bukan orang sembarangan dan sarat dengan prestasi dan dedikasi. Apalagi beberapa diantaranya adalah orang-orang kuat dan dekat dengan penguasa saat ini.
"Jika, hitungannya dukungan financial bisa ditebak pemenang pemilukada yang akan datang, namun karena kedaulatan ada di tangan rakyat dan rakyat dewasa ini juga sudah pintar dalam menghargai dan menggunakan hak pilihnya, maka sebesar apa pun cost yang dikeluarkan oleh seorang kandidat hanya akan dikalikan dengan nol, apabila tidak mendapat simpati dari calon konstituen," katanya.

Sunday, August 15, 2010

Meramal Pidato LPJ Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Tahun 2014

MERAMAL PIDATO LPJ PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PADA TAHUN 2014
Oleh ; Syamsul Pasaribu
Presiden Mahasiswa Ikopin- Bandung

Bukan sok ingin menjadi penerus mama laurent atau nompang tenar seperti Jojo dan Shinta, namun judul diatas ditujukan dari wacana yang berkembang beberapa hari belakangann ini baik di media cetak maupun elektronik. Wacana itu diantaranya adalah rencana redominasi mata uang Rupiah yang konon katanya sudah diwacanakan sejak lima tahun yang lalu.
Presiden SBY di Paripurna MPR/ DPR RI

Pembaca mungkin bertanya, lalu apa korelasinya dengan LPJ Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada akhir masa jabatannya nanti di tahun 2014? Jawabannya mudah, seperti yang telah kita ketahui bersama politik pencitraan yang dibangun presiden RI ke-6 itu diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah yang notabenenya tidak mau ambil pusing dengan segala pertikaian yang ada di tingkat elite politik. Sekisruh apa pun sidang angket kasus bank century, berapa pun banyaknya uang gayus di rekening ajaibnya, bagi rakyat kecil yang menjadi sasaran tembak pencitraan SBY (baca: orang-orang miskin) tidak begitu menjadi persoalan.