Selamat Atas Peluncuran Majalah Online GERMASI "IDEALIS", Terbit Tanggal 5 Setiap Bulan. Jangan Sampai Ketinggalan

Monday, December 13, 2010

PENGUMUMAN

Mau Kirim Tulisan
persyaratannya :
1. Tulisan adalah hasil karyanya sendiri, ga' boleh copy paste ya!!
2. Judul Tulisan bebas tapi kudu Ilmiah ya... (jangan ngarang gTo!! hehehe)
3. Tulis biodata lengkap disisi bawah tulisan yang mencakup
    a. Nama lengkap
    b. Perguruan Tinggi
    c. Alamat
    d. Nomor Handphone
    e. Photo ukuran apa saja dan bebas berwarna

Mudahkan syaratnya?? so Ditunggu tulisan dari teman-teman ya....


by.editor

Saturday, December 11, 2010

JAKET GERMASI

Launching JAKET RESMI GERMASI

Dapatkan Jaket Resmi Gerakan Mahasiswa Sibolga (GERMASI)
Tersedia ukuran S, M, L dan XL
Warna dan desain seperti gambar

Tersedia dengan berbagai harga
- MODEL BIASA
   Bahan Kain Biasa
   Rp. 55.000.-/ potong

- MODEL EKSKLUSIF
   Bahan Kain pilihan
   Rp. 250.000.-/ potong

Cara Pesan :
Silahkan hubungi melalui telepon/ sms
ke nomor : 081 370 677 022 atau 081 375 924 125
Dan Biaya pengiriman dapat di transfer ke bank
BNI Cab. Unpad a/n. Syamsul Pasaribu
no.rek. 0136279283 kode bank 009
Pesanan akan dikirim langsung ke alamat paling lambat 3 hari setelah pemesanan

Thursday, December 9, 2010

KPK Perlu Periksa Penggunaan Dana BOS*

 Oleh : Andi Josua Telumbanua **

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah cara pemerintah dalam menyelenggarakan wajib belajar 9 tahun. Program dana BOS ini diluncurkan sejak tahun 2005. Dana BOS merupakan sumber dana utama untuk segala macam kegiatan operasional di sekolah. Dengan tujuan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, jumlah anggaran dana BOS terus mengalami kenaikan secara signifikan. Tahun 2008 alokasi dana BOS mencapai Rp.10,5 trilyun. Untuk tahun 2009 terdapat kenaikan hampir 50% lebih besar dari tahun sebelumnya menjadi Rp.16 trilyun dan 2010 menjadi Rp.16,8 trilyun.Besarnya alokasi dana BOS tersebut terindikasi akan menjadi praktek-praktek korupsi oleh oknum-oknum dilingkungan pendidikan. Karena transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana BOS sangat rendah.

Hal itu disebabkan penggunaan dana BOS tersebut kurang melibatkan orang tua sejak perencanaan hingga pelaporan. Berdasarkan penelitian Bank Dunia 71,61% orang tua siswa tidak mengetahui laporan dana BOS dan 92,65% tidak melihat papan pengumuman sekolah tentang penggunaan BOS. 89,58% orang tua siswa tidak berpartisipasi dalam perencanaan BOS. Disamping itu orang tua siswa juga terbuai akibat tidak adanya pengutipan lagi di sekolah sehingga merasa acuh dengan permasalahan demikian.Jika pengelolaan dana BOS dilakukan dengan baik seharusnya jumlah siswa putus sekolah untuk tingkat SD dan SMP karena persoalan ekonomi tidak begitu tinggi. Namun berdasarkan catatan kementrian pendidikan nasional sekitar 768.960 orang siswa SD-SMP se-Indonesia putus sekolah diantaranya 527.850 orang siswa SD dan 241.110 orang siswa SMP. Para guru juga terkadang tidak mengetahui aliran dana BOS tersebut sehingga kewenangan mutlak ada ditangan kepala sekolah dalam menangani dana BOS.

Wednesday, December 1, 2010

Germasi Adukan Walikota Sibolga

Wali Kota Dinilai Abaikan Generasi Muda Cetak E-mail
Rabu, 01 Desember 2010
SIBOLGA-METRO; Wali Kota Sibolga diadukan Gerakan Mahasiswa Sibolga (Germasi) ke Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, karena dinilai mengabaikan generasi muda.
Demikian disampaikan Ketua Germasi Samsul Pasaribu, kepada METRO, Selasa (30/11). Samsul mengatakan, kekesalan mereka terhadap Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk telah disampaikan ke Susilo Bambang Yudhoyono, melalui staf Ahli Kepresidenan Velix Wanggai, di sela-sela kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Papua, dalam rangkaian acara Temu BEM Nasional ke-3 Tahun 2010, belum lama ini.
Gernasi bersama staf ahli presiden RI Velix Wanggai di Papua
Samsul mengatakan, salahsatu bukti kurangnya perhatian wali kota terhadap generasi muda adalah gagalnya keberangkatan kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Sibolga ke Perkemahan Wirakarya Nasional yang seyogianya berangkat mewakili Sumut di kancah Nasional di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada 28 Nopember sampai 06 Desember 2010 mendatang.
Dikatakan Samsul, selama ini di bawah kepemimpinan wali kota sebelumnya Drs Sahat P Panggabean MM, kepedulian terhadap generasi muda sangat terasa dan tidak hanya untuk pramuka. Berbeda dengan dengan kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga sekarang, dinilai kurang memerhatikan generasi muda selaku tunas bangsa. "Pasca keluarnya Undang-undang gerakan pramuka ditambah seruan Presiden RI, Pemko Sibolga sebenarnya tidak punya alasan untuk tidak mengucurkan dana pada kegiatan-kegiatan kaum muda Indonesia. Tapi, sayangnya Wali Kota Sibolga lebih mengutamakan kepentingan politiknya pasca pemilukada ketimbang pembinaan kaum muda," kritik Samsul. (afn) 


sumber : Metro Tapanuli